SMKN 1 Banjarbaru kembali menghadirkan sesi edukatif yang membuka wawasan para orang tua dan guru melalui kegiatan Parent Connect bersama narasumber Shanty Komalasari, Psikolog dari UIN Antasari Banjarmasin. Dalam penyampaian materinya, Shanty menegaskan bahwa kunci perkembangan karakter remaja saat ini bukan hanya pada sekolah, tapi juga pada pola komunikasi di rumah yang aktif, partisipatif, dan penuh empati.
Menurut beliau, Pesan Aktif dan Partisipatif berarti orang tua tidak hanya memberi instruksi, tetapi ikut terlibat dalam proses tumbuh kembang anak—mulai dari mendengarkan pendapat mereka, memberi ruang bagi ide-ide baru, hingga menemani proses belajar dan aktivitas positif. “Remaja hari ini butuh didengar, bukan hanya diarahkan,” jelasnya.
Shanty juga menekankan bahwa Empati adalah soft skill utama yang harus dimulai dari rumah. Ketika orang tua hadir sebagai role model yang sabar, mampu memahami emosi anak, dan memberi respons yang manusiawi, maka anak akan belajar meniru sikap yang sama. Inilah yang membentuk generasi yang tangguh, beretika digital, dan punya literasi emosional yang baik.
Dalam suasana penyampaian yang santai dan relatable ala Gen Z, Shanty mengajak orang tua untuk lebih melek gaya komunikasi remaja, memahami tekanan sosial mereka, serta membangun hubungan yang hangat tapi tetap berprinsip.
“Jangan hanya jadi pengawas, tapi jadilah partner bagi anak,” ujarnya, disambut antusias para peserta.
Tujuan Kegiatan:
1. Meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola komunikasi efektif dengan remaja.
2. Mendorong kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter siswa.
3. Membangun budaya empati sebagai pondasi pendidikan di rumah dan sekolah.
4. Mengadaptasi gaya komunikasi Gen Z, sehingga pesan dari orang tua lebih mudah diterima dan dipahami.
5. Menciptakan lingkungan belajar yang suportif, baik dari sisi emosi maupun motivasi.
brt.sek. sjam r
