Menu Tutup

Literasi Pagi

Sharing di Media Sosial :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Peradaban yang semu

 

Saat asrinya hidup kita dulu ,begitu indah

Saat asrinya permainan kita dulu ,begitu indah

Saat asrinya perkawanan kita dulu ,begitu indah

Saat asrinya perbedaan kita dulu ,begitu indah

 

Dimakan perjalanan waktu keasrian itu mulai melemah mulai sakit dan mulai tak tertolong

 

Kerekayasaan mulai menggantikan semuanya

Awal peradaban kemajuan yang tak asri mulai menancapkan cakarnya

 

Kita diiminginya dengan kemudahan yang menuntut kita untuk bersaing

 

Kita diiminginya dengan kesuksesan yang menuntut kita untuk saling menjatuhkan

 

Peradaban kemajuan yang tak asri memaksa kita untuk saling cinta dengan menyodorkan bayang benci

Peradaban kemajuan yang tak asri seperti mengaminkan bila kita menciptakan jurang perbedaan yang tanpa rasa silaturahmi

 

Peradaban kemajuan yang tak asri seperti berhak mengatur prilaku buah hati kita dengan tanpa kita sadari

 

Haruskah

Haruskah

Haruskah

 

Kita tetap mengalah atau merasa menikmati dengan peradaban kemajuan yang sudah tak asri ini

Atau kita memang sudah nyaman menikmatinya ini…walaupun hati menentang tapi tak berdaya karena dipasung oleh iming iming peradaban kemajuan yang sudah membunuh keasrian yang indah itu.

 

Entaaaahlaaaah…

Apakah juga aku mulai tertular atau sengaja agar tertular dengan peradaban kemajuan yang tak asri ini karena kemudahan, kenyamanan yang sulit untuk dihindari.

 

Sjam.2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *