Sambut 388 Siswa Baru, SMKN 1 Banjarbaru Gelar MPLS 2026 yang Edukatif dan Bebas Kekerasan
BANJARBARU – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMK Negeri 1 Banjarbaru resmi menyambut kedatangan 388 peserta didik baru melalui agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan adaptasi yang berlangsung maraton selama empat hari—mulai Jumat hingga Senin, 17–20 Juli 2026—ini dikonsep secara matang untuk menjembatani transisi emosional dan akademik siswa dari jenjang pendidikan sebelumnya.
Kepala Satuan pendidikan, Syaiful Arif, M. Pd, menegaskan bahwa orientasi ini mengedepankan pendekatan humanis. Bukan sekadar mengenal fasilitas fisik sekolah, MPLS kali ini berfokus kuat pada penanaman fondasi karakter positif serta nilai-nilai kedisiplinan yang menjadi bekal krusial di dunia pendidikan vokasi.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, manajemen sekolah menggandeng berbagai instansi eksternal yang kompeten di bidangnya. Kolaborasi ini menghadirkan perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membentengi siswa dari bahaya narkoba, personel Kodim dan Koramil demi memupuk jiwa wawasan kebangsaan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru guna menumbuhkan kesadaran terhadap kelestarian ekosistem. Selain itu, para siswa baru juga dibekali edukasi kritis mengenai langkah pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan serta kiat-kiat menghindari bahaya judi online yang marak menyasar usia remaja.
Tidak hanya diisi dengan pemaparan materi formal di dalam ruangan, MPLS SMKN 1 Banjarbaru juga menjadi panggung ekspresi yang dinamis. Sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa baru untuk mengeksplorasi potensi diri melalui unjuk kreativitas. Suasana kebersamaan semakin erat dengan adanya penampilan seni dan budaya, baik yang dibawakan oleh para kakak tingkat maupun dari perwakilan peserta didik baru itu sendiri.

Kepala satuan pendidikan menambahkan, komitmen SMKN 1 Banjarbaru sebagai lembaga pendidikan inklusif adalah menghadirkan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan hijau. Dengan ekosistem sekolah yang sehat, diharapkan para lulusan kelak mampu bertumbuh secara seimbang—andal secara kompetensi kejuruan sekaligus matang secara kepribadian demi menjawab tantangan dunia kerja maupun studi lanjutan.











