Kepala Sekolah dan Guru SMKN 1 Banjarbaru Ikuti Peningkatan Kompetensi Layanan Pendidikan Inklusif Tahun 2026

Banjarmasin, 2–4 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang ramah dan inklusif bagi seluruh peserta didik, SMKN 1 Banjarbaru mengirimkan tiga perwakilan untuk mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Layanan terhadap Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada Satuan Pendidikan Inklusif Tahun 2026 Angkatan II. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Juni 2026 tersebut, dilaksanakan di Hotel Roditha Banjarmasin. Acara ini dihadiri oleh jajaran kepala sekolah, guru, kepala subbagian tata usaha, serta tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kalimantan Selatan.
Perwakilan dari SMKN 1 Banjarbaru yang ditugaskan dalam kegiatan ini adalah:
- Syaiful Arif, M.Pd. – Kepala Sekolah
- Erryliani, S.Pd. – Guru
- Rina Apriani, S.Pd.I. – Guru
Meningkatkan Kompetensi dalam Pendidikan Inklusif
Kegiatan resmi dibuka pada Selasa, 2 Juni 2026, diawali dengan proses registrasi peserta, pelaksanaan pretest, serta pemaparan materi mengenai kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan terkait arah pengembangan layanan pendidikan inklusif ke depan. Selama tiga hari intensif, para peserta dibekali dengan berbagai materi esensial yang berkaitan erat dengan penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas dan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).
Beberapa materi utama yang disampaikan oleh para narasumber meliputi:
- Kebijakan Kebijakan Pendidikan Inklusif.
- Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus.
- Manajemen kepemimpinan pada sekolah inklusif.
- Akomodasi pembelajaran mendalam pada sekolah inklusif.
- Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
- Identifikasi dan penyusunan program kebutuhan khusus.
- Tata kelola guru dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan khusus.
- Prosedur dan alur layanan pendidikan inklusi.
- Program dan kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain mendapatkan paparan teori dari akademisi, praktisi pendidikan khusus, dan pejabat struktural Dinas Pendidikan, para peserta juga aktif dalam sesi diskusi kelompok, berbagi pengalaman (sharing session) antar-sekolah, serta praktik langsung penyusunan program layanan pendidikan inklusif yang aplikatif untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Komitmen SMKN 1 Banjarbaru terhadap Pendidikan Inklusif
Melalui keikutsertaan aktif dalam bimbingan teknis ini, SMKN 1 Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas layanan pendidikan yang memberikan kesempatan belajar setara bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus.
Harapan ke Depan
Diharapkan hasil dari kegiatan peningkatan kompetensi ini dapat segera diimplementasikan secara nyata ke dalam berbagai program kerja sekolah, baik dalam penguatan proses pembelajaran di kelas, pelayanan administrasi, hingga penyediaan sarana dan lingkungan belajar yang lebih aksesibel dan inklusif.
SMKN 1 Banjarbaru terus melangkah maju mendukung penuh implementasi kebijakan pendidikan inklusif nasional demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang memberikan ruang selebar-lebarnya bagi setiap peserta didik untuk tumbuh, berkembang, dan meraih prestasi tertinggi sesuai dengan potensi unik yang mereka miliki.
📸 GALERI DOKUMENTASI KEGIATAN















